Panjang Umur dalam Persefektif Al-Quran

Jika kita meminta "komentar" Al-Quran berkenaan dengan masalah umur panjang seorang anak manusia, maka kita akan mendapatkan beberapa contoh dari pribadi-pribadi yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menghirup udara kehidupan berabad-abad lamanya, yang dengan demikian panjangnya umur imam Mahdi as adalah hal biasa, bahkan bisa jadi umur panjang manusia adalah hal yang biasa yang tak perlu ditanyakan dan diragukan kembali.

Berikut ini contoh-contoh dari Al-Quran:

Allah SWT berfirman:" Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh as kepada kaumnya, dia berada di tengah-tengah mereka selama 950 tahun kemudian Kami siksa mereka dengan topan (banjir) sedang mereka dalam keadaan zalim. (QS: Ankabut, ayat 14). Ayat di atas menjelaskan kepada kita, bahwa masa yang dihabiskan Nuh as saat menyeru umatnya adalah selama 950 tahun, lalu berapa usia beliau saat dilantik sebagai seorang nabi? Juga berapa sisa usia beliau pasca banjir bandang itu?

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Imam Shadiq as disebutkan: nabi Nuh as hidup selama 2300 tahun, dengan perincian 850 tahun usia beliau sebelum diutus sebagai seorang nabi, 950 tahun masa dakwah beliau, lalu 500 tahun lagi sisa umur beliau pasca banjir… [1]

Dalam riwayat lain juga disebutkan, bahwa nabi Nuh as hidup selama 2500 tahun. Alhasil,  kita sepakat kalau beliau hidup berabad-abad lamanya berkat takdir dan kuasa Allah SWT. Imam Zainal Abidin as bersabda:" ada satu sunnah Nuh as yang dijalankan oleh Imam Mahdi as, yaitu berupa panjang umur". [2]

Manifestasi dan perwujudan kuasa ilahi dalam topik ini –panjang umur-, lebih dapat kita rasakan dan pahami melalui cerita nabi Yunus as, Al-Quran menyatakan:" Dia (Yunus) telah ditelan oleh sebuah Ikan dan dia dalam keadaan …" dhahir ayat tersebut menyatakan bahwa andai Yunus as bukan termasuk pribadi yang gemar bertasbih, niscaya dia akan mendekam di dalam perut ikan sampai hari kiamat menjelang.

Adapun pendapat sebagian para ahli tafsir yang mengatakan bahwa perut ikan itu merupakan kuburan baginya atau ungkapan mereka bahwa nabi Yunus as telah mati dan jasadnya akan kekal di dalamnya hingga kiamat tiba, adalah ungkapan dan penafsiran yang tidak dapat dibenarkan, karena bertentangan dengan dhahir ayat. Sebagaimana dikatakan oleh Zamkhsyari dalam kitab Kasyafnya, juga oleh Baidhawi.

Mungkin arti dari ayat tersebut adalah, sesungguhnya Yunus as tetap hidup dan terperangkap dalam perut ikan – tentunya ikan juga tetap hidup - sampai hari kiamat.

Maka, dapat ditarik kesimpulan dari ayat tersebut bahwa Allah SWT itu Maha Kuasa dan mampu menjaga manusia dari kematian di tempat yang tiada bahan makanan, udara dan oksigen sekalipun, bahkan tanpa sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang manusia di tempat biasa untuk menyambung kehidupannya, malahan dalam kasus ini, Allah SWT akan menjaganya dari lumatan dan kunyahan ikan dan tetap menjaganya untuk tidak melebur dan menjadi salah satu organ tubuhnya ikan sampai berjuta-juta abad lamanya.


[1] Kamaludin , Syekh Shaduq, juz 2, hal 523.

[2] Kamaludin , Syekh Shaduq, juz 1, hal 322 dan 324.